MAHARATINEWS, Gianyar – Hakim Ad Hoc Andreas Eno Tirtakusuma, pria yang akrab disapa “Eno Tirta” di kalangan pelari, berhasil menuntaskan Maybank Marathon 2026 di Bali, Minggu (23/8/2026).
Andreas menyelesaikan kategori marathon dengan jarak 42,195 kilometer dalam waktu kurang dari 5 jam 30 menit. Ia menjadi bagian dari ribuan pelari yang mengikuti ajang lari internasional tersebut.
Maybank Marathon 2026 berlangsung pada 21–23 Agustus 2026 dengan puncak lomba atau race day pada Minggu, 23 Agustus 2026. Ajang yang berpusat di Bali United Training Center, Gianyar, Bali, ini diikuti 14.100 pelari dari 46 negara.
Selain marathon, penyelenggara juga membuka kategori Half Marathon 21,1 kilometer, 10K, wheelchair, serta children’s sprint. Maybank Marathon dikenal sebagai ajang lari berstandar Elite Label dari World Athletics dan turut menghadirkan pelari elite internasional.
“Saya bisa finish kurang dari 5.30. Dalam bulan ini, ini event marathon ke-3 yang saya selesaikan, setelah Surabaya Le-Minerale Marathon dan UI Green Marathon di Depok,” ujar Andreas.
Menurut Andreas, mengikuti sejumlah event marathon bukan semata-mata untuk mengejar prestasi. Ia menjadikan aktivitas tersebut sebagai salah satu cara menjaga stamina dan kesehatan.
Sambil berkelakar, Andreas menyebut lari juga bisa menjadi latihan untuk menghadapi berbagai persoalan yang lebih serius.
“Anggap saja sekalian sebagai latihan supaya bisa mengejar koruptor dan mengejar seluruh harta korupsinya yang disembunyikan untuk dirampas dan dikembalikan demi keadilan dan kemakmuran rakyat Indonesia,” katanya.
Di sisi lain, Andreas yang pernah bertugas di Pengadilan Tinggi Palangka Raya, sebagai pengadil perkara-perkara korupsi, memiliki harapan agar kota tersebut dapat mengembangkan event lari dengan skala lebih besar.
“Harusnya Palangka Raya bisa mengadakan event seperti ini untuk level internasional, digabung dengan paket pariwisata lainnya. Sekarang sudah ada berbagai event lari, tetapi masih ada peluang untuk ditingkatkan,” ujarnya.
Ia melihat event olahraga dapat menjadi sarana menggerakkan perekonomian masyarakat sekaligus memperkenalkan budaya dan destinasi wisata Kalimantan Tengah.
Namun, menurutnya, persoalan kabut asap akibat karhutla menjadi tantangan yang perlu diperhatikan.
“Sayangnya, kita ada masalah dengan kabut asap akibat karhutla. Padahal event-event seperti ini dapat meningkatkan perekonomian masyarakat sekaligus promosi budaya dan wisata Kalteng,” katanya.
Maybank Marathon 2026 sendiri diperkirakan memberikan dampak ekonomi sekitar Rp300 miliar bagi Bali. Hal ini menunjukkan besarnya potensi event olahraga ketika dikemas bersama sektor pariwisata dan ekonomi masyarakat. (perdi)





