Pendaftar Pendidikan Tinggi Vokasi Pertanian Baru Capai 25 Orang

Pendaftar Pendidikan Tinggi Vokasi Pertanian Baru Capai 25 Orang
Wakil Gubernur Edy Pratowo saat diwawancarai usai membuka Rapat Koordinasi Percepatan Pelaksanaan Pendidikan Tinggi Vokasi Bidang Pertanian di Aula Eka Hapakat, Kantor Gubernur Kalteng, Kamis (6/8/2026).

MAHARATINEWS, Palangka Raya — Jumlah pendaftar calon Taruna Tani untuk Pendidikan Tinggi Vokasi Bidang Pertanian di Kalimantan Tengah hingga 5 Agustus 2026 baru mencapai 25 orang, atau sekitar 14 persen dari target yang ditetapkan.

Hal ini diungkapkan Wakil Gubernur Kalimantan Tengah Edy Pratowo saat membuka Rapat Koordinasi Percepatan Pelaksanaan Pendidikan Tinggi Vokasi Bidang Pertanian di Aula Eka Hapakat, Kantor Gubernur Kalteng, Kamis (6/8/2026).

Edy menegaskan, program ini menjadi bagian penting dari komitmen Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah mendukung Program Swasembada Pangan Nasional, seiring pengembangan lahan cetak sawah yang telah mencapai 26,4 ribu hektare.

“Investasi terbaik bukan hanya membangun lahan pertanian, tetapi juga membangun sumber daya manusia. Lahan yang luas tidak akan memberikan hasil optimal tanpa petani yang terampil dan berdaya saing,” ujarnya.

Menyikapi rendahnya jumlah pendaftar, Edy mengajak seluruh pemerintah kabupaten dan kota berperan aktif menyukseskan program melalui sosialisasi dan penjaringan calon peserta di daerah masing-masing.

“Diharapkan program pendidikan vokasi ini terus berkembang, menjangkau lebih banyak kabupaten dan kota, meningkatkan kesejahteraan petani, serta menjadikan sektor pertanian sebagai pilihan masa depan bagi generasi muda,” ungkapnya.

Program Diploma 1 Bidang Pertanian yang diselenggarakan bersama Kementerian Pertanian dan Akademi Komunitas Muhammadiyah Palangka Raya ini menerapkan komposisi pembelajaran 70 persen praktik dan 30 persen teori, tanpa biaya bagi peserta, dan berpeluang memperoleh insentif.

Sementara itu, Sekretaris Daerah Kalteng Linae Victoria Aden menjelaskan pendaftaran Calon Taruna Tani Huma Betang Gelombang I kini dibuka dengan kuota 178 peserta, dengan masa pembelajaran satu tahun di Kecamatan Dadahup, Kabupaten Kapuas.

“Keberhasilan program ditentukan oleh sinergi seluruh pemangku kepentingan,” tegas Linae. (mnc-lesta) 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

banner 325x300banner 325x300banner 325x300