MAHARATINEWS, Palangka Raya – Rapat Kerja Provinsi (Rakerprov) Persatuan Olahraga Dayung Seluruh Indonesia (PODSI) Kalimantan Tengah menjadi momentum untuk menyusun strategi pembinaan sekaligus membenahi tata kelola organisasi dalam upaya mengembalikan kejayaan olahraga dayung di daerah.
Ketua Pengprov PODSI Kalteng periode 2026-2030, Prof. Juni Gultom, mengatakan kepengurusan baru memiliki tanggung jawab besar dalam membangun organisasi yang profesional serta pembinaan atlet yang berkelanjutan.
Juni menegaskan, prestasi tidak hanya bergantung pada kemampuan atlet, tetapi juga ditentukan oleh sistem organisasi yang sehat, transparan dan akuntabel.
“Prestasi emas lahir dari sistem yang sehat,” ujarnya, Minggu (30/8/2026).
Menurutnya, kepengurusan baru akan fokus pada penguatan tata kelola, pembinaan atlet secara berjenjang, peningkatan kualitas pelatih dan kompetisi, serta membangun persatuan antara organisasi, pemerintah, komunitas, dunia usaha dan masyarakat.
Sementara itu, Sekretaris Jenderal PB PODSI, Edy Suyono, meminta jajaran PODSI Kalteng meninggalkan persoalan masa lalu dan memperkuat kolaborasi. Ia menilai Kalteng memiliki potensi besar untuk kembali berprestasi di tingkat nasional.
“Kita lupakan hal-hal lama. Kalteng memiliki potensi luar biasa, tinggal bagaimana potensi tersebut dibina secara serius dan berkelanjutan,” kata Edy.
Edy juga mendorong Pengcab PODSI kabupaten dan kota menjalankan pembinaan sepanjang tahun, bukan hanya menjelang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov). Talent scouting dinilai penting untuk menemukan atlet potensial sesuai karakteristik nomor rowing, canoeing dan dragon boat.
Dalam Rakerprov tersebut, Juni meminta seluruh Pengcab mempersiapkan atlet menghadapi Porprov 2026 di Kotawaringin Barat melalui seleksi yang jujur, ketat dan objektif.
Hasil pembenahan organisasi dan pembinaan itu ditargetkan menjadi modal untuk meloloskan sebanyak mungkin atlet Kalteng pada kualifikasi PON 2028 serta merebut kembali tradisi medali emas. (neha)





