Pemprov Kalteng Catat Pergerakan Penumpang Nataru 2025/2026 Capai 150.356 Orang

Pemprov Kalteng Catat Pergerakan Penumpang Nataru 2025/2026 Capai 150.356 Orang
Rekapitulasi Pergerakan Penumpang selama Pelaksanaan Posko Monitoring dan Pengawasan Penyelenggaraan Angkutan Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025/2026

MAHARATINEWS, Palangka Raya – Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah melalui Dinas Perhubungan mencatat tingginya mobilitas masyarakat selama pelaksanaan Posko Monitoring dan Pengawasan Angkutan Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025/2026. Selama periode 18 Desember 2025 hingga 5 Januari 2026, total pergerakan penumpang di seluruh moda transportasi mencapai 150.356 orang.

Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Kalimantan Tengah, Yulindra Dedy, menjelaskan bahwa data tersebut menunjukkan aktivitas transportasi berjalan dinamis dan terkendali. “Angka pergerakan penumpang ini mencerminkan tingginya kepercayaan masyarakat terhadap layanan transportasi selama Nataru,” ujarnya, Rabu (7/1/2026).

Dishub mencatat angkutan udara menjadi moda transportasi paling dominan dengan jumlah 91.428 penumpang atau sekitar 60,8 persen dari total pergerakan. Bandara Tjilik Riwut mencatat penumpang terbanyak dengan 49.824 orang, disusul Bandara Iskandar sebanyak 30.082 penumpang. Sementara Bandara H. Asan melayani 9.266 penumpang dan Bandara H. Muhamad Sidik mencatat 2.256 penumpang.

Di sektor angkutan darat, Dishub mencatat total 36.498 penumpang atau 24,3 persen dari keseluruhan pergerakan. Terminal W.A Gara menjadi kontributor terbesar dengan 20.893 penumpang, diikuti Terminal Natai Suka sebanyak 12.395 penumpang. Terminal Patih Rumbih melayani 3.056 penumpang dan Terminal Sanggu mencatat 154 penumpang.

Sementara itu, angkutan laut menyumbang 22.430 penumpang atau 14,9 persen. Pelabuhan Panglima Utar mendominasi dengan 16.536 penumpang, disusul Pelabuhan Sampit 5.414 penumpang dan Pelabuhan Bahaur 480 penumpang.

Yulindra Dedy menegaskan penyelenggaraan angkutan Nataru berjalan aman dan terkendali. “Kami memastikan seluruh proses berjalan lancar melalui pengawasan intensif dan koordinasi lintas sektor,” katanya.

Ia menambahkan, hasil monitoring ini akan menjadi dasar evaluasi untuk meningkatkan kualitas pelayanan ke depan. “Kami akan terus memperkuat koordinasi dan pengawasan, khususnya pada masa angkutan khusus, agar keselamatan dan kenyamanan masyarakat selalu terjaga,” pungkasnya. (mnc-lesta)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

banner 325x300banner 325x300banner 325x300