MAHARATINEWS, Palangka Raya – Video Kepala Dinas Pendidikan Kalimantan Tengah (Kadisdik Kalteng) M. Reza Prabowo yang membahas program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan kesehatan siswa menjadi perhatian publik. Pernyataan dalam video tersebut memicu perdebatan karena dinilai menyentuh persoalan yang berkaitan dengan gizi dan kondisi kesehatan peserta didik.
Sorotan terhadap Reza Prabowo kemudian muncul dalam pertemuan Gubernur Kalteng Agustiar Sabran dengan Aliansi Masyarakat Kalteng Melawan di halaman Kantor Gubernur Kalteng, Selasa (1/9/2026) sore.
Di tengah penyampaian aspirasi, salah seorang peserta aksi secara spontan menyinggung keberadaan Kadisdik Kalteng.
“Mana Kadisdik Kalteng?” celetuk salah seorang peserta aksi.
Suasana kemudian menjadi ramai. Agustiar merespons celetukan tersebut dengan meminta semua pihak melihat persoalan secara proporsional.
“Nah, ini harus diingat ya, tidak ada yang sempurna,” kata Agustiar.
Pernyataan itu langsung mendapat sahutan dari peserta aksi lainnya.
“Hanya Allah yang sempurna,” sahut seorang peserta.
“Haleluya,” timpal peserta lainnya.
Agustiar kemudian mencairkan suasana dengan melontarkan candaan kepada peserta yang menyampaikan pernyataan tersebut.
“Yang ucapin itu pasti pernah bohongin pacarnya,” ujar Agustiar sambil bercanda, yang kemudian disambut suasana riuh.
Sementara itu, video pernyataan M. Reza Prabowo mengenai MBG dan kesehatan siswa terus menjadi bahan pembicaraan di media sosial. Polemik muncul karena publik menilai pernyataan tersebut perlu diperjelas agar tidak menimbulkan persepsi yang keliru mengenai hubungan antara program pemenuhan gizi dan kesehatan peserta didik.
Program MBG sendiri ditujukan untuk membantu memenuhi kebutuhan gizi peserta didik. Karena itu, pembahasan mengenai pelaksanaannya tidak terlepas dari persoalan kesehatan dan kondisi siswa di lingkungan sekolah.
Pertemuan Agustiar dengan Aliansi Masyarakat Kalteng Melawan menjadi kesempatan bagi masyarakat menyampaikan berbagai kritik dan persoalan secara langsung kepada pemerintah daerah.
Dalam forum tersebut, sejumlah isu disampaikan massa, termasuk persoalan pelayanan publik dan kebijakan pemerintah yang dinilai perlu mendapat perhatian.





