Harga Batu Bara Acuan November 2026 Naik, Seluruh Kategori Catat Penguatan

Harga Batu Bara Acuan November 2026 Naik, Seluruh Kategori Catat Penguatan
Foto. Ilustrasi

MAHARATINEWS, Jakarta – Harga Batu Bara Acuan (HBA) periode pertama November 2026 mengalami kenaikan pada seluruh kategori dibandingkan penetapan periode kedua Oktober 2026. Kenaikan paling besar secara nominal terjadi pada batu bara kalori 5.300 kcal/kg GAR yang naik US$7,25 per ton.

Penetapan harga tersebut dilakukan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) melalui Keputusan Menteri ESDM Nomor 409.K/MB.01/MEM.B/2026 tentang Harga Mineral Logam Acuan dan Harga Batu Bara Acuan.

Mengutip unggahan Instagram resmi Direktorat Jenderal Mineral dan Batubara (Ditjen Minerba) Kementerian ESDM, Senin (2/11/2026), penguatan harga terjadi pada tiga kelompok batu bara berkalori menengah hingga rendah.

“Harga Batu Bara Acuan (HBA) untuk kalori sedang, hingga rendah I, II dan III mencatatkan kenaikan berlanjut yang didorong oleh tingginya permintaan energi di pasar global,” terang Ditjen Minerba.

Berdasarkan penetapan tersebut, batu bara dengan nilai kalor 6.322 kcal/kg GAR ditetapkan sebesar US$125,60 per ton. Harga ini naik dari US$122,52 per ton pada periode kedua Oktober 2026, atau meningkat US$3,08 per ton.

Kenaikan lebih besar terjadi pada kategori HBA I dengan nilai kalor 5.300 kcal/kg GAR. Pemerintah menetapkan harganya sebesar US$97,85 per ton, dibandingkan sebelumnya US$90,60 per ton. Dengan demikian, terjadi kenaikan US$7,25 per ton.

Sementara itu, batu bara kategori HBA II dengan nilai kalor 4.100 kcal/kg GAR ditetapkan sebesar US$69,28 per ton. Angka tersebut meningkat dari US$63,45 per ton pada periode sebelumnya, atau naik US$5,83 per ton.

Adapun kategori HBA III dengan nilai kalor 3.400 kcal/kg GAR ditetapkan sebesar US$46,64 per ton. Harga ini juga mengalami penguatan dari US$43,84 per ton pada periode kedua Oktober 2026, atau naik US$2,80 per ton.

Kenaikan pada keempat kategori tersebut menunjukkan penguatan harga acuan batu bara pada awal November 2026. Ditjen Minerba mengaitkan tren kenaikan pada kelompok kalori menengah hingga rendah dengan tingginya permintaan energi di pasar global.

Penetapan HBA menjadi salah satu acuan dalam sektor pertambangan batu bara, termasuk dalam perhitungan harga dan transaksi komoditas sesuai ketentuan yang berlaku.

Penulis: Tim Redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *