MAHARATINEWS, Palangka Raya – Persoalan ketersediaan bahan bakar minyak (BBM) di Kalimantan Tengah menjadi perhatian Gubernur Kalimantan Tengah Agustiar Sabran. Ia menilai perbedaan harga menjadi salah satu faktor yang mendorong masyarakat beralih dari Pertamax ke Pertalite.
Agustiar Sabran mengatakan pemerintah tidak menutup mata terhadap persoalan BBM, meski penanganannya merupakan tugas pihak terkait. Menurutnya, kondisi harga turut memengaruhi pilihan masyarakat dalam menggunakan jenis BBM.
“Masalah BBM ini, harga Pertamax itu jauh, sekitar Rp6 ribuan. Sehingga menjadi agak langka karena orang beralih ke Pertalite yang murah,” ujar Agustiar, belum lama ini.
Ia menjelaskan, persoalan tersebut berkaitan dengan BBM bersubsidi. Karena itu, diperlukan pemantauan untuk mengetahui penyebab kondisi yang terjadi di sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU).
Agustiar mengatakan pihaknya meminta agar kondisi di setiap SPBU dapat diperiksa. Langkah tersebut diperlukan untuk melihat apakah persoalan yang terjadi dipengaruhi faktor harga atau aspek lainnya.
“Nanti biar ketahuan, apakah karena faktor harga atau memang dari aspek yang kurang. Mungkin bisa juga dua-duanya,” katanya.
Menurut Agustiar, komunikasi dengan pihak terkait juga dilakukan untuk mendapatkan gambaran mengenai kondisi BBM di lapangan. Dari komunikasi tersebut, faktor harga disebut menjadi salah satu alasan masyarakat beralih menggunakan Pertalite.
“Sementara, kami berkomunikasi dengan pihak terkait yang mengatakan karena faktor harga, orang beralih ke Pertalite,” ujar Agustiar.
Ia menegaskan persoalan BBM tetap menjadi perhatian pemerintah. Namun, kondisi di lapangan perlu dipantau untuk mengetahui penyebabnya secara lebih jelas, termasuk melihat pengaruh harga maupun ketersediaan BBM di SPBU. (neha)





