MAHARATINEWS, Palangka Raya – Kabar duka datang dari Kalimantan Selatan. Mantan Gubernur Kalimantan Selatan dua periode, Drs. H. Rudy Ariffin, M.B.A., meninggal dunia pada Minggu (6/9/2026).
Rudy Ariffin mengembuskan napas terakhir setelah menjalani perawatan di Rumah Sakit Amanah Center, Banjarmasin.
Kepergiannya menjadi duka bagi keluarga, kerabat, masyarakat Kalimantan Selatan, hingga sejumlah tokoh Kalimantan yang pernah bersamanya dalam perjalanan pemerintahan dan pembangunan daerah.
Ucapan belasungkawa juga datang dari Tokoh Kalimantan Tengah Dr. Agustin Teras Narang dan Prof. Pangeran Syarif Abdurrahman Bahasyim.
Teras Narang memiliki hubungan sejarah yang cukup kuat dengan Rudy Ariffin. Keduanya pernah sama-sama memimpin provinsi di Kalimantan dan terlibat dalam berbagai agenda pembangunan lintas provinsi.
Pada 2008, Teras Narang dan Rudy Ariffin bersama kepala daerah dari provinsi lain di Kalimantan bahkan membawa semangat “Kalimantan Bersatu” untuk memperjuangkan kebutuhan listrik, jalan Trans-Kalimantan serta pembangunan kawasan perbatasan.
Keduanya kembali berada dalam satu forum pada 2015 ketika pemerintah pusat membahas pembangunan jaringan kereta api di Pulau Kalimantan.
Teras Narang mengenang Rudy sebagai sesama tokoh yang pernah berjuang untuk kepentingan pembangunan Kalimantan.
“Saya menyampaikan belasungkawa yang sedalam-dalamnya atas berpulangnya H. Rudy Ariffin. Semoga almarhum mendapat tempat terbaik di sisi Tuhan dan keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan serta ketabahan,” ujar Teras Narang.
Sementara itu, Prof. Pangeran Syarif Abdurrahman Bahasyim menyampaikan bahwa Rudy Ariffin bukan hanya seorang tokoh pemerintahan, tetapi juga sosok yang memiliki pengaruh besar dalam perjalanan dirinya.
Prof. Pangeran mengaku telah dekat dengan Rudy sejak 2008. Hubungan tersebut tidak hanya sebatas pertemanan, tetapi juga terjalin dalam hubungan sebagai guru dan mentor dalam kehidupan politik.
“Saya dekat dengan beliau sejak 2008. Beliau adalah guru dan mentor saya dalam berpolitik santun,” kata Prof. Pangeran.
Menurutnya, Rudy Ariffin merupakan sosok yang memiliki rekam jejak kuat dalam membangun hubungan dengan berbagai lapisan masyarakat. Kedekatan tersebut, kata dia, menjadi salah satu karakter yang membuat Rudy dihormati.
“Track record beliau sangat dekat dengan semua elemen masyarakat,” ujarnya.
Prof. Pangeran juga mengenang masa ketika Rudy Ariffin memimpin Kalimantan Selatan. Menurutnya, pembangunan infrastruktur pada masa kepemimpinan Rudy memberikan dampak yang nyata dan dirasakan masyarakat.
“Pada masa beliau menjadi gubernur, pembangunan infrastruktur sangat dirasakan masyarakat,” katanya.
Pengalaman dan keteladanan Rudy tersebut, lanjut Prof. Pangeran, menjadi salah satu hal yang memotivasinya untuk terus melayani dan mengabdi kepada masyarakat.
“Hal tersebut sangat memotivasi saya dalam melayani, berjuang dan mengabdi untuk masyarakat,” tuturnya.
Prof. Pangeran kemudian menyampaikan doa untuk almarhum Rudy Ariffin dan keluarga yang ditinggalkan.
“Innalillahi wa inna ilaihi raji’un. Saya turut berduka cita atas wafatnya H. Rudy Ariffin. Semoga seluruh amal ibadah beliau diterima Allah SWT, diampuni segala kekhilafannya, dan keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan,” ucapnya.
Rudy Ariffin dikenal memiliki perjalanan panjang dalam pemerintahan. Sebelum menjadi gubernur, ia pernah menjabat Bupati Banjar. Ia kemudian memimpin Kalimantan Selatan selama dua periode, yakni 2005–2010 dan 2010–2015.
Kini, perjalanan panjang tersebut menjadi catatan sejarah. Rudy Ariffin telah berpulang pada usia 73 tahun, meninggalkan kenangan dan jejak pengabdian bagi masyarakat Kalimantan Selatan serta para tokoh yang pernah bekerja dan belajar bersamanya. (perdi)





