Dinas Sosial Kalteng Gelar Rehabilitasi Sosial Dasar, Fokus Bekali Anak Putus Sekolah

Dinas Sosial Kalteng Gelar Rehabilitasi Sosial Dasar, Fokus Bekali Anak Putus Sekolah
Foto bersama kegiatan Kegiatan Rehabilitasi Sosial Dasar Anak di Dalam Panti bagi Pemerlu Pelayanan Kesejahteraan Sosial (PPKS) Tahun Anggaran 2026.

MAHARATINEWS, Palangka Raya – Dinas Sosial Provinsi Kalimantan Tengah menggelar Kegiatan Rehabilitasi Sosial Dasar Anak di Dalam Panti bagi Pemerlu Pelayanan Kesejahteraan Sosial (PPKS) Tahun Anggaran 2026.

Kegiatan tersebut  berlangsung di Aula UPT Panti Sosial Bina Remaja (PSBR) Provinsi Kalimantan Tengah, Rabu (16/9/2026) pagi.

Plt Sekretaris Dinas Sosial Provinsi Kalteng Alexander Prasetyo, mewakili Kepala Dinas Sosial Provinsi Kalteng Drs. Akhmad Husain, M.Si., menjelaskan kegiatan ini bertujuan memberikan pelatihan keterampilan kepada anak usia remaja yang memerlukan pelayanan, termasuk anak putus sekolah maupun anak yang sudah lulus sekolah namun masih berusia anak.

Ia menyebut, pelatihan keterampilan yang tersedia saat ini meliputi otomotif atau bengkel motor dan menjahit. Selain keterampilan, peserta juga mendapatkan bimbingan sosial.

“Itulah yang membedakan antara pelatihan keterampilan di sosial dengan pelatihan keterampilan di BLK, karena selain ada bimbingan keterampilan, juga ditekankan bimbingan sosial,” kata Prasetyo.

Ia menjelaskan, bimbingan sosial diberikan agar peserta memahami peran dan fungsi sosial sesuai usia mereka ketika kembali ke masyarakat, termasuk etika bergaul dengan teman sebaya dan orang tua.

“Harapan kami setelah selesai mengikuti pelatihan sosial, bimbingan sosial, dan keterampilan di sini, mereka dapat membantu kami dari sisi sosial, misalnya menularkan nilai kedisiplinan dan etika pergaulan kepada teman-teman sebaya di lingkungan mereka,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala UPT PSBR Provinsi Kalimantan Tengah, Ismaniah, mengungkapkan target awal pelatihan sebenarnya mencapai dua angkatan. Namun karena adanya efisiensi anggaran, tahun ini hanya digelar satu angkatan dengan kuota 30 anak.

Dari hasil seleksi di 14 kabupaten/kota se-Kalimantan Tengah, hanya 15 anak yang berhasil lolos mengikuti pelatihan. Ismaniah menduga hal itu terkait adanya persaingan dengan program sekolah rakyat.

Peserta pelatihan merupakan anak-anak terlantar dan putus sekolah yang diusulkan Dinas Sosial dari 14 kabupaten/kota di Kalimantan Tengah, bukan hanya dari Palangka Raya. Mayoritas peserta memiliki latar belakang pendidikan yang belum tuntas, mulai dari tidak lulus SD, SMP, hingga SMA.

Ismaniah berharap pelatihan ini dapat mendorong anak-anak menyelesaikan pendidikan minimal setingkat SMA, sekaligus menjadi bekal untuk menekan tingkat kenakalan remaja. Ia juga berharap pemerintah daerah asal peserta dapat menyediakan toolkit begitu anak-anak kembali ke kabupaten masing-masing, agar keterampilan yang diperoleh tidak sia-sia dan bisa langsung diterapkan. (neha) 

Penulis: neha

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

banner 325x300banner 325x300banner 325x300