MAHARATINEWS, Palangka Raya – Ratusan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Kalimantan Tengah menerima bantuan pangan dari Gubernur Kalimantan Tengah Agustiar Sabran, di Halaman Istana Isen Mulang, Rumah Jabatan Gubernur Kalteng, Rabu (16/9/2026).
Bantuan tersebut diberikan untuk mahasiswa yang terdampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla) serta kondisi kekeringan.
Setiap mahasiswa menerima 5 kilogram beras, 2 liter minyak goreng, dan 1 kilogram gula pasir. Selain bantuan pangan, Gubernur juga menyerahkan multivitamin serta masker KN95 kepada para penerima.
Dalam kesempatan itu, Agustiar menegaskan pemerintah hadir bukan hanya dalam penanganan karhutla, tetapi juga memastikan masyarakat terdampak, termasuk mahasiswa, tidak menghadapi kesulitan sendirian.
“Seluruh masyarakat Kalimantan Tengah yang terdampak, InsyaAllah menerima bantuan. Nilainya mungkin tidak seberapa, tetapi bukan soal nilainya. Yang penting kita bersama-sama merasakan perjuangan dan kesulitan yang dihadapi,” ujar Agustiar.
Ia menyebut kondisi karhutla dan kekeringan sebagai persoalan bersama yang membutuhkan gotong royong seluruh pihak. Ditemui usai menyalurkan bantuan, Agustiar juga menitipkan pesan khusus kepada mahasiswa agar tidak minder karena keterbatasan ekonomi maupun asal daerah.
“Jangan minder dan jangan rendah diri. Hidup ini tidak ada yang tidak mungkin. Kembali kepada diri kita sendiri, kemauan dan tekad kita,” tegasnya.
Ia berharap kondisi sulit yang tengah dihadapi justru menjadi motivasi bagi mahasiswa untuk terus belajar dan mempersiapkan diri, mengingat mereka adalah generasi penerus penentu arah pembangunan Kalimantan Tengah.
Gubernur turut mengingatkan pentingnya bijak bermedia sosial, terutama di tengah situasi darurat karhutla. Ia meminta mahasiswa memverifikasi informasi sebelum menyebarkannya agar tidak menimbulkan keresahan di masyarakat.
Dalam penanganan karhutla dan kekeringan, pemerintah provinsi telah mengerahkan puluhan ribu relawan, termasuk lebih dari seribu relawan dari kalangan mahasiswa dan pemuda. Vitamin, alat pelindung diri (APD), serta makanan bergizi turut disalurkan bagi masyarakat dan petugas di lapangan.
Menghadapi krisis air bersih, pemerintah telah mendistribusikan hampir dua juta liter air, membangun ratusan sumur bor multifungsi, serta menyediakan sejumlah depo air minum isi ulang bagi masyarakat.
Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Kalimantan Tengah Reza Prabowo menyebut perhatian terhadap mahasiswa ini merupakan bagian dari upaya pemerintah menjaga keberlangsungan pendidikan di tengah kondisi yang dihadapi masyarakat.
Kegiatan tersebut turut dihadiri sejumlah kepala perangkat daerah lingkup Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah beserta mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Kalimantan Tengah. (lesta)





