MAHARATINEWS, Palangka Raya — Kiprah Purbaya Yudhi Sadewa selama sekitar satu tahun menjabat Menteri Keuangan mendapat perhatian Tokoh Nasional dari Kalimantan Tengah, Prof. Dr. Habib Pangeran Syarif Abdurrahman Bahasyim. Ia melihat Purbaya membawa pendekatan berbeda dalam membenahi tata kelola keuangan negara.
Menurut sosok yang akrab disapa Habib Pangeran ini, keberanian melakukan rotasi dan mutasi terhadap sejumlah pejabat di lingkungan Kementerian Keuangan menjadi salah satu langkah yang menonjol. Penataan tersebut menyentuh jajaran strategis, termasuk sektor perpajakan dan kepabeanan.
“Walau hanya bekerja satu tahun sebagai Menteri Keuangan, Pak Purbaya adalah menteri terbaik yang berpihak kepada rakyat Indonesia,” ujar Habib Pangeran.
Ia mengatakan pembenahan birokrasi memiliki arti penting karena kualitas pengelolaan keuangan negara tidak hanya ditentukan oleh aturan, tetapi juga oleh orang-orang yang menjalankannya.
“Kalau tata kelola ingin diperbaiki, tentu harus ada keberanian melakukan perubahan. Ratusan pejabat keuangan dan Bea Cukai dimutasi. Bagi saya, ini bagian dari upaya melakukan penyegaran dan memperbaiki sistem,” katanya.
Habib Pangeran juga menyoroti perkembangan perekonomian nasional pada periode kepemimpinan Purbaya. Data Badan Pusat Statistik mencatat ekonomi Indonesia tumbuh 5,61 persen secara tahunan pada triwulan I 2026. Namun, angka tersebut merupakan hasil dari berbagai faktor ekonomi dan kebijakan, sehingga tidak dapat dilekatkan semata-mata pada kebijakan Menteri Keuangan.
Bagi Habib Pangeran, pertumbuhan ekonomi harus dibaca bersamaan dengan bagaimana pemerintah mengelola APBN, menjaga stabilitas fiskal, meningkatkan penerimaan negara, serta mendorong perputaran ekonomi di masyarakat.
“Ukuran keberhasilan kebijakan ekonomi bukan hanya angka pertumbuhan. Yang lebih penting adalah bagaimana pertumbuhan itu diterjemahkan menjadi aktivitas ekonomi, lapangan pekerjaan, daya beli dan manfaat nyata bagi rakyat,” ujarnya.
Ia menilai pembenahan tata kelola keuangan harus terus dilanjutkan agar setiap kebijakan fiskal benar-benar menghasilkan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat.
Dengan demikian, satu tahun kepemimpinan Purbaya menurut Habib Pangeran tidak hanya dapat dilihat dari lamanya masa jabatan, tetapi juga dari keberanian melakukan perubahan di tengah kompleksitas pengelolaan keuangan negara. (perdi)





