MAHARATINEWS, Palangka Raya – Kondisi jalan dan jembatan masih menjadi persoalan yang banyak disampaikan masyarakat kepada Anggota Komisi IV DPRD Provinsi Kalimantan Tengah, Sirajul Rahman, saat melaksanakan reses di wilayah Daerah Pemilihan (Dapil) Kalteng 4.
Dapil Kalteng 4 meliputi Kabupaten Barito Selatan, Barito Timur, Barito Utara, dan Murung Raya. Dalam kunjungannya ke sejumlah wilayah, persoalan akses transportasi menjadi salah satu aspirasi yang paling sering disampaikan masyarakat.
Sirajul mengatakan, jalan memiliki peran penting karena menjadi akses utama yang digunakan masyarakat dalam menjalankan aktivitas sehari-hari.
“Karena memang permasalahan masyarakat sekarang itu kan yang dirasakan oleh orang banyak dilalui tiap hari ya jalan,” ujar Sirajul, Kamis (10/9/2026).
Salah satu aspirasi datang dari warga Desa Juking Pajang yang menginginkan peningkatan kondisi jalan. Usulan serupa juga disampaikan masyarakat di Puruk Cahu Seberang dan Desa Sabuai.
Menurut Sirajul, sejumlah ruas jalan sebenarnya masih dapat dilalui dalam kondisi normal. Namun, persoalan muncul ketika hujan deras dan banjir melanda.
Ia mencontohkan akses menuju Desa Muara Sumpoy yang sulit dilalui ketika terjadi banjir. Karena itu, peninggian badan jalan dinilai dapat menjadi salah satu solusi agar akses masyarakat tetap terbuka.
“Nah kalau misalnya peningkatan ditinggikan ya, masyarakat bisa lewat walaupun banjir mereka masih bisa masuk ke desa,” katanya.
Selain jalan, keberadaan jembatan juga menjadi perhatian. Di Desa Bahitom, masyarakat masih menggunakan jembatan kayu yang kondisinya mulai membutuhkan perhatian, termasuk pada bagian sambungan baut.
“Jadi yang perlu diperhatikan oleh pemerintah ya. Karena di sana itu kan kita tahu karakter di daerah kita itu anak-anak sungai juga banyak di jalan ya. Jadi akhirnya ya kita tidak hanya memberikan jalan, tapi juga jembatan,” kata Sirajul.
Sejumlah warga bahkan mengusulkan pembangunan jembatan permanen agar akses lebih kuat dan mampu bertahan dalam jangka panjang.
Di luar persoalan infrastruktur, masyarakat Buntok juga menyampaikan kebutuhan satu unit ambulans. Sementara warga Kelurahan Beriwit mengusulkan tempat bagi Kelompok Penggali Kubur (KPK) untuk menyimpan peralatan sekaligus ambulans.
Sirajul memastikan seluruh aspirasi tersebut akan diperjuangkan sesuai kewenangan pemerintah daerah dan kemampuan anggaran.
“Ya, tentu jika anggaran ada dari pemerintah daerah ya itu bisa direalisasikan,” ujarnya. (neha)





