MAHARATINEWS, Palangka Raya – Program Kartu Huma Betang (KHBS) memasuki tahap persiapan akhir sebelum resmi diluncurkan Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah pada Februari 2026. Program ini dirancang untuk memudahkan masyarakat menerima sejumlah bantuan sosial melalui sistem yang lebih terintegrasi.
Kepala Dinas Sosial Kalteng Eddy Karusman mengatakan, pemerintah daerah masih memastikan kesiapan data dan mekanisme penyaluran sebelum program tersebut diterapkan. Menurutnya, ketepatan data menjadi salah satu faktor penting agar bantuan yang diberikan benar-benar diterima masyarakat yang memenuhi kriteria.
“Sekarang kita masih melakukan penyempurnaan dan verifikasi data. Kita ingin ketika diluncurkan nanti, program ini sudah siap dan tidak menimbulkan persoalan dalam pelaksanaannya,” kata Eddy, di Palangka Raya, Senin (31/1/2026).
KHBS disiapkan sebagai salah satu program unggulan Pemprov Kalteng dalam memperkuat perlindungan sosial. Data penerima akan mengacu pada basis data sosial ekonomi nasional yang kemudian disesuaikan dengan kondisi dan kategori penerima di daerah.
Konsep tersebut membuat KHBS tidak hanya diposisikan sebagai kartu bantuan, tetapi juga sebagai bagian dari upaya pemerintah membangun layanan sosial yang lebih terkoordinasi.
Eddy menjelaskan, terdapat sejumlah bentuk bantuan yang dirancang terintegrasi dalam program tersebut. Namun, penerima manfaat tetap akan ditentukan berdasarkan kriteria dan hasil pemutakhiran data.
“Yang paling penting adalah bagaimana bantuan itu tepat sasaran. Jangan sampai ada masyarakat yang seharusnya menerima justru terlewat, sementara yang tidak memenuhi kriteria malah mendapatkan,” ujarnya.
Peluncuran pada Februari 2026 diharapkan menjadi awal penerapan KHBS secara bertahap di Kalimantan Tengah. Pemerintah provinsi juga membutuhkan dukungan pemerintah kabupaten dan kota agar proses pendataan serta pelayanan kepada masyarakat berjalan seragam.
Bagi Pemprov Kalteng, keberadaan KHBS menjadi bagian dari transformasi pelayanan sosial. Program ini diharapkan tidak berhenti pada peluncuran simbolis, tetapi mampu memberikan manfaat yang dapat dirasakan masyarakat dalam kehidupan sehari-hari.
“Harapan kita KHBS ini benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Jangan hanya bagus ketika diluncurkan, tetapi pelaksanaannya juga harus berjalan dan memberikan dampak,” pungkas Eddy. (mnc-lesta)

