MAHARATINEWS, Palangka Raya – Pelaksanaan reses anggota DPRD Provinsi Kalimantan Tengah kembali mengungkap sejumlah kebutuhan dasar yang masih menjadi perhatian masyarakat. Aspirasi yang disampaikan warga mencakup sektor pendidikan, kesehatan, infrastruktur hingga perekonomian dan lapangan kerja.
Wakil Ketua III DPRD Provinsi Kalteng, Junaidi, mengatakan hasil reses di berbagai daerah menunjukkan kebutuhan masyarakat masih berkutat pada persoalan dasar. Di bidang pendidikan, masyarakat berharap pemerintah dapat memberikan akses pendidikan gratis, bahkan hingga jenjang perguruan tinggi.
“Rata-rata kembali kepada kebutuhan dasar masyarakat. Tetap bidang pendidikan, bidang kesehatan, bidang infrastruktur, khusus bidang perekonomian,” ujar Junaidi, Selasa (1/9/2026).
Untuk sektor kesehatan, masyarakat berharap tidak ada perbedaan pelayanan antara peserta BPJS yang mendapatkan subsidi dengan peserta BPJS mandiri. Sementara di bidang infrastruktur, warga meminta pembangunan dan peningkatan akses jalan yang menghubungkan antardaerah maupun antarkampung.
Junaidi mencontohkan kebutuhan konektivitas di wilayah Katingan, seperti akses dari Pakahi menuju Mendawai serta jalur antarkampung. Selain itu, masyarakat juga menyuarakan kebutuhan akses dari Pagatan menuju Hantipan agar konektivitas antarwilayah semakin baik.
Di sektor perekonomian, masyarakat berharap program pemerintah dapat menyentuh langsung kebutuhan warga melalui pengembangan perkebunan, peternakan, perikanan serta penyiapan lapangan kerja.
Menurut Junaidi, persoalan lapangan kerja menjadi perhatian serius karena banyak masyarakat terdampak kebijakan RKAB hingga mengalami pemutusan hubungan kerja (PHK) maupun dirumahkan. Kondisi tersebut dinilai semakin berat karena mencari pekerjaan saat ini tidak mudah.
Selain itu, persoalan peredaran narkoba juga menjadi keluhan masyarakat di sejumlah wilayah. Junaidi berharap pemerintah pusat, provinsi, kabupaten dan kota dapat terus turun menangani berbagai persoalan tersebut, terutama empat sektor kebutuhan dasar masyarakat serta persoalan narkoba yang dinilai turut memicu kerawanan sosial. (neha)





