MAHARATINEWS, Palangka Raya – Krisis air bersih di wilayah Rungan Hulu, Kabupaten Gunung Mas, mendapat sorotan serius dari Anggota Komisi II DPRD Kalimantan Tengah, Sengkon.
Politikus Partai Perindo dari Daerah Pemilihan (Dapil) Kalteng I yang meliputi Kota Palangka Raya, Kabupaten Katingan, dan Gunung Mas itu menyebut kebutuhan sumur bor menjadi persoalan mendesak di hampir seluruh desa yang ia kunjungi saat reses.
Hal itu disampaikan Sengkon kepada media ini saat ditemui di DPRD Kalteng, Rabu (9/9/2026) siang.
Sengkon mengatakan, dalam kegiatan reses tersebut ia mengunjungi delapan desa di Kecamatan Rungan Hulu, yang berpusat di Manggarahuyan, Kabupaten Gunung Mas. Dari kunjungan itu, ia menemukan hampir seluruh desa menghadapi kondisi air bersih yang riskan.
“Sekarang mereka itu berkaitan dengan air bersih sudah riskan keadaannya, sehingga mereka butuh sumur bor. Diminta kepada provinsi ada perhatian berkaitan dengan sumur bor air bersih,” ujar Sengkon.
Ia menegaskan, persoalan air bersih ini akan menjadi poin utama dalam laporan hasil reses yang akan disampaikannya.
“Nanti di laporan hasil riset itu, krisis air bersih ini akan menjadi poin yang pertama saya masukkan dalam paripurna nanti,” katanya.
Menurut Sengkon, usulan air bersih pun sudah disampaikab oleh camat setempat, bahkan proposal resmi sudah diterimanya.
Selain persoalan air bersih, Sengkon menyebut kondisi di wilayah tersebut turut dipengaruhi musim hujan yang berkaitan dengan kebakaran dan asap, sebagaimana juga dialami di Palangka Raya.
Di sektor pendidikan, warga Kecamatan Rungan Hulu juga mengusulkan pendirian Sekolah Menengah Atas (SMA). Sengkon menjelaskan, kecamatan tersebut belum memiliki SMA, padahal jumlah penduduknya lebih dari 7.000 jiwa.
“Karena tidak ada SMA di kecamatan itu, anak-anak lulusan SMP lari ke Palangka Raya, ke Gunung Mas, atau ke kecamatan-kecamatan lain yang sudah memiliki SMA,” jelasnya.
Sengkon menyebut usulan pendirian SMA ini juga menjadi salah satu prioritas yang akan ia perjuangkan.
“Itu juga menjadi perhatian serius, menjadi prioritas. Itu juga poin yang nanti akan saya sampaikan,” pungkasnya.





