MAHARATINEWS, Palangka Raya – Upaya Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) menangani kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) mendapat penilaian positif dari Tokoh Nasional dari Kalteng Prof. Pangeran Syarif Abdurrahman Bahasyim. Ia menilai langkah yang dilakukan Gubernur Kalteng Agustiar Sabran sejauh ini sudah maksimal, terutama dalam menggerakkan berbagai unsur menghadapi puncak musim kemarau.
Penilaian tersebut disampaikan Prof. Pangeran di tengah meningkatnya ancaman Karhutla di sejumlah wilayah Kalteng, Selasa (8/9/2026) pagi.
Menurutnya, penanganan bencana tidak hanya bergantung pada pemadaman ketika api muncul, tetapi juga membutuhkan kesiapsiagaan, koordinasi dan pengerahan sumber daya sejak awal.
Langkah tersebut terlihat dari kebijakan Pemprov Kalteng yang sejak Maret 2026 memperkuat koordinasi bersama BMKG, BNPB, TNI, Polri serta pemerintah kabupaten dan kota. Pemprov juga melakukan supervisi ke daerah, apel kesiapsiagaan dan mendorong percepatan penetapan status siaga darurat.
Pemprov Kalteng kemudian menetapkan Status Siaga Darurat Bencana Karhutla melalui Keputusan Gubernur Nomor 100.3.3.1/142/2026 yang berlaku sejak 26 Mei hingga 31 Oktober 2026.
Kekuatan personel juga diperbesar. Berdasarkan data kesiapan 2026, sekitar 10.700 personel gabungan disiapkan untuk penanganan Karhutla di 14 kabupaten dan kota. Lebih dari 5.300 di antaranya merupakan relawan dari berbagai unsur masyarakat, termasuk Masyarakat Peduli Api (MPA), Tim Serbu Api Kelurahan (TSAK), Balakar dan Redkar.
Agustiar juga memimpin sejumlah rapat koordinasi untuk mengevaluasi kondisi lapangan. Pada 29 Agustus 2026, misalnya, gubernur meminta seluruh kekuatan penanganan dioptimalkan, termasuk memperkuat operasi water bombing untuk menjangkau lokasi kebakaran yang sulit ditangani melalui jalur darat.
Selain itu, koordinasi dengan pemerintah pusat terus dilakukan. Dukungan BNPB mencakup Operasi Modifikasi Cuaca (OMC), patroli udara dan penambahan armada water bombing.
Di tengah berbagai langkah tersebut, Prof. Pangeran menilai kepemimpinan Agustiar dalam menghadapi Karhutla patut diapresiasi.
“Penanganan karhutla yang di lakukan gubernur Kalteng sudah maksimal,” ujar Prof. Pangeran Syarif Abdurrahman Bahasyim yang juga merupakan mantan calon Bupati Kapuas pada Pilkada 2024.
Penanganan Karhutla sendiri masih menjadi tantangan karena puncak musim kemarau di Kalteng berlangsung pada Agustus hingga September 2026 dan diperkirakan dapat berlanjut hingga akhir Oktober atau awal November. (perdi)





