MAHARATINEWS, Palangka Raya – Upaya masyarakat dalam membantu menangani kebakaran hutan dan lahan (karhutla) patut mendapat apresiasi. Namun, keterlibatan pelajar dalam pemadaman secara langsung perlu menjadi perhatian karena aktivitas tersebut dapat membahayakan kesehatan dan keselamatan mereka.
Wakil Ketua III DPRD Provinsi Kalteng, Junaidi, menyebut aksi masyarakat dalam membantu memadamkan karhutla, termasuk pelajar, merupakan bentuk kepedulian terhadap lingkungan. Namun, keterlibatan siswa secara langsung di lokasi kebakaran dinilai memiliki risiko terhadap kesehatan dan keselamatan mereka.
“Apapun upaya masyarakat, apakah anak SMP, anak SMA, apalagi orang dewasa, selama mereka punya niat membantu mengatasi, mengurangi, atau memadamkan api di masa karhutla ini, tetap kita berikan penghargaan,” ujar Junaidi, Selasa (1/9/2026).
Menurutnya, apresiasi tetap perlu diberikan kepada masyarakat yang secara spontan membantu menjaga lingkungan, termasuk ketika kebakaran terjadi di sekitar tempat tinggal. Namun, pelajar sebaiknya tidak menjadikan aksi tersebut sebagai kegiatan yang dilakukan secara langsung di lokasi karhutla.
“Kalau memang mereka SMP, SMA, kan memang lebih baik konsentrasi ke sekolah masing-masing. Kalau ternyata spontan mereka ikut memadamkan di lingkungan rumahnya masing-masing, tetap kita berikan apresiasi dan penghargaan,” katanya.
Junaidi menegaskan penanganan karhutla sebaiknya diserahkan kepada petugas yang memang memiliki tugas dan perlengkapan untuk melakukan pemadaman. Para pelajar diharapkan dapat berkontribusi dengan cara lain, seperti menjaga lingkungan dan tidak melakukan aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran.
“Kalau terjun, kalau bisa jangan. Mereka sudah ada petugasnya. Kemudian mereka konsentrasi di belajar dan mengajarnya saja,” pungkasnya. (neha)





