MAHARATINEWS, Jakarta – Sejumlah warga di pesisir Lampung, Banten, bahkan hingga Bandung dilaporkan mendengar suara gemuruh dan getaran aneh dalam beberapa hari terakhir. Ternyata, fenomena itu berasal dari aktivitas erupsi menerus Gunung Anak Krakatau yang sedang berlangsung di Selat Sunda.
Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) menduga suara tersebut berkaitan dengan pelepasan energi akustik dari letusan.
Plt. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton SP Panjaitan, Ph.D., dalam keterangan resminya menjelaskan, energi akustik yang besar dapat merambat hingga ratusan kilometer akibat kondisi atmosfer, merujuk pada pembiasan suara serta pengaruh suhu dan angin di lapisan atmosfer atas.
Berton menegaskan tidak ada aktivitas gempa tektonik signifikan di Jawa Barat yang bisa menjelaskan getaran itu.
Di Kabupaten Serang, laporan suara gemuruh datang dari Kecamatan Carita, Labuan, Panimbang, dan Jiput. Sementara abu vulkanik sendiri sudah menyentuh tujuh kecamatan lain, termasuk kawasan wisata Anyer dan Cinangka.
Kabar baiknya, hingga kini belum ada laporan korban jiwa atau kerusakan bangunan. Berton menambahkan, Badan Geologi juga menegaskan pertumbuhan tubuh gunung yang terbentuk pascaerupsi 2018 masih relatif kecil, sehingga potensi runtuhan besar pemicu tsunami dinilai kecil.
“Kami mengimbau warga tenang, tidak menyebarkan informasi belum terverifikasi, serta menjauh dari radius 3 kilometer kawah aktif sesuai rekomendasi PVMBG,” pungkasnya.





